Dosen yang membuat pesimis

Posted on April 29, 2007. Filed under: Ceritanya.. |

Ketika itu ujian terakhir, soal yang dibagikan adalah untuk mata kuliah yang kurang aku mengerti: APSI (Aplikasi dan Perancangan Sistem Informasi). Baru beberapa jam sebelumnya aku dan temanku Lucio yang jarang mengikuti pelajaran ini ke kosan teman kami Ami. Jam 10.30, disana kami baru membaca fotokopian yang dibagikan dosen dahulu ketika kuliah berlangsung. Nanti, jam 13.15, kami sudah harus memasuki ruang ujian, dengan pikiran yang masih blank saat ini (*wataaa..). Kami rangkum 26 halaman itu menjadi catatan kecil dalam notes kami, bukan untuk contekan tentunya, tapi agar kegiatan belajar menjadi cepat dan langsung nempel di otak. Menghafalkan definisi Sistem Informasi, komponen-komponen Sistem, kemudian DFD dan macam-macamnya, bzzztt… lumayan bikin panas kepala

Setelah shalat jum’at kami langsung berangkat ke kampus. Disana, teman-teman telah standby di depan ruangan sambil membaca catatan-catatan kuliah. Sekedar informasi saja, ujian APSI kali ini haruslah Close Book, tak ada catatan atau contekan sama sekali. Jadi, sepertinya anak-anak mempersiapkan diri mereka dengan baik nanti, walau ga bisa dipungkiri, banyak juga yang tidak peduli sama sekali dengan ujian ini. Dan lebih memilih untuk ngomongin hasil pertandingan antara Chelsea dan Liverpool tadi malam dengan skor 1-0.

Setelah masuk ruangan ujian soal langsung diberikan. Hanya ada 6 soal. Tapi kemudian dari 6 soal tersebut ada beberapa sub (a, b, dst..) yang berupa pertanyaan yang harus di-“sebutkan dan jelaskan”. Aku langsung menjawab soal-soal tersebut dengan teknik yang aku sebut mengarang dan meracau. Jika kau tidak tahu apa yang harus kau jawab dan memberikan jawaban yang sedikit-ada-kaitannya-dengan-soal,😀 kau juga pasti mendapatkan nilai. Begitulah, kegiatan mengarang yang aku sukai berjalan dengan baik, sampai dosen itu datang…

Aku kan sudah bilang bahwa saat itu aku mengerjakan soal dengan baik. Oke, mungkin itu mengarang, tapi saat itu aku sangat optimis sekali jawabanku ada sedikit benarnya dengan apa yang ditanyakan di soal. Tapi kemudian ketika dosen itu datang di samping bangkuku, dan melihat dengan sinis jawaban yang aku tulis (saat itu aku menuliskan jawaban nomor 6, yang mengharuskan kita menggambarkan DFD dan dekomposisinya), dosen itu berkata dengan ketus: “Bisa kamu mengerjakannya? Pasti kamu nggak bisa kan? Huh.. jarang masuk sih kamu.” Jedugg!! (*gambar keringat besar di dahi seperti di manga2). Saat itu aku mengerutkan dahi dan menatap dosen itu sekilas. Walah walah… kok bilangnya begitu sih dos?

Oke… aku mengaku kalau memang aku jarang masuk mata kuliahnya dosen ini, tapi apakah itu kemudian menjadi alasan dia meragukanku seperti itu? Suer banget, setelah dosen itu ngomong kayak gitu, rasa optimisku langsung down dan aku menjadi pesimis. Kuletakkan ballpoint yang aku pegang, dan menghirup udara dalam-dalam. Hhhuuuufffhhhh!!! Gak mood jawab soal lagi, aku lalu memandang punggung dosen itu yang telah berlalu. Bujug dah dos..

Memang dari penjelasan Pak Indra di mata kuliahnya, aku ga bisa langsung menangkap apa yang dimaksudkan. Mungkin itulah yang kemudian membuatku malas masuk mata kuliahnya, dan lebih memilih ke kosnya teman-teman mencoba game-game terbaru. Tapi itupun tidak lebih dari 5 kali dan selain itu aku selalu masuk ke pelajarannya.

Di ruang ujian, aku mulai berpikir rasa pesimis ini tidak boleh dibiarkan. Hell yeah… yang lalu sudahlah berlalu. Yang penting, apa yang kau hadapi sekarang harus kau selesaikan Benx! Hanya dengan mata sinis dan ucapan seperti itu kau langsung berhenti? Goddammit! Biarkan saja apa yang orang lain katakan, cuek dan percaya saja pada dirimu sendiri. Anjing menggonggong, Gw berlalu…

Kuambil lagi ballpoint di atas meja, dan mulai menggambar terminal-terminal dan data flow yang menghubungkannya dengan proses…

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

6 Tanggapan to “Dosen yang membuat pesimis”

RSS Feed for BraveWords Comments RSS Feed

Jangan pesimis gitu dong, justru harusnya lebih tertantang kalau diremehin begitu. Tunjukin bahwa buat pinter gak cuma harus duduk manis di dalam kelas (ya, tapi jangan arogan juga, bagaimanapun peran tatapmuka di kelas cukup penting dalam proses belajar-mengajar)

~ Gabenk ~
Hehe.. iya mba, aku cuman kaget aja dosen kok ngomongnya begitu. Seharusnya kan malah nyemangatin, eh ini mbuat kita down. aku mah cuek2 aja dibilangin gt. hasil ujiannya kayaknya lumayan deh😀 … Lumayan ancur!!

widgetku ancur beeeeeeeeeeeeeenx!!!!!! dan paraghnya aku ga tau napa, tangan nyanyil sapa coba!!!

baru menjelajah dunia milik Gabriel nih.!

Yee mintanya disemangatin dosen.Udah, yg g bs dharepin ngasi semangat anggap lewat ja(nah lho!). Keep spirit, Gab! Mudahan bener2 lumayan…(jangan lumayan ancur. Parah ni anak)

Awas dosen-mu baca lho! Klo aku yg jadi dosenmu bwuahhh…g’tau dech! Pi usahamu 4 menyemangati diri ta acungi jempol man! Mo brp jempol? 4-6-10? Se`tak pinjem jempol gajah dlu!
Trus nulis man,jgn brenti! Biarlah jarimu kriting karenanya, kn skrg uda ada rebonding…Chayoooouuu! Ta tunggu KUMCER-mu!

~ Gabenk ~
kumcer? kumpulan ceramah?
kayaknya gada bakat ceramah deh gw
😆

He bro… Yok opo hasile ujian APSI mu ? untung semester ini aku gak ngambil, mungkin kalo ngambil nasibku malah lebih apes


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: