setelah buka, karent dan myscha membawa puding

Posted on September 20, 2007. Filed under: Ceritanya.. |

pesan itu berbunyi: “benx tar lg xmpe..cpt tnggu d masjid”. aku membaca pesan itu sekilas dan langsung menjemput mereka di masjid dekat kontrakanku. rencananya, karent dan myscha membawa puding yang akan diberikan kepada kami mejelang buka puasa. tapi mungkin karena arus kendaraan di depan jl. soekarno-hatta yang padat, mereka baru sampai di depan masjid al-mu’awanah kalpataru sehabis maghrib. kutemukan mereka sedang menungguku di atas motor honda biru myscha, dan langsung kuajak menuju kontrakanku di kalpataru iv. begitu sampai, mereka langsung berkomentar tentang kontrakan kami berenam yang seperti: “ini kontrakan kalian apa kandang hewan ci?” atau, “idih, kamar siapa ini, kayak matos habis kena tsunami aja.” yah.. maklum donk neng, namanya juga rumah lelaki, kalau tidak hancur sekali-kali, itu mah namanya banci..

segera, puding coklat dan strawberry dihidangkan di atas piring. entah karena kebetulan atau keberuntungan mereka, risky dan teguh datang dari service komputer dan air liur mereka berjatuhan melihat puding yang begitu lezat di ruang tengah. aku mencomot salah satunya, dan ingin langsung kumakan sebelum karent menjerit. “eh si gebenk ya.. itu harus dicampur dulu sama (apa yang kulihat sekilas susu) flanya”. aku belagak bego (padahal emang iya). kulihat fla itu di dalam plastik yang terikat. “ini?” tanyaku. “iya oon.. itu dituang dulu ke mangkok, bis itu ditaburin di atas pudingnya.” sambung karent. jadi begitulah, setelah usaha mencelupkan-puding ke fla yang dilarang keras oleh karent alih-alih menaburkan flanya ke puding, kami bertiga (karent dan myscha tidak mau, apalagi luphi) menyantap puding-puding itu dengan nikmat. hmm.. lezatnya.. rugi nih faley, hpiss dan oky kalau tidak datang mencicipi puding ini.. hufhh!! terbayarlah sudah puasa seharian penuh dengan masuknya puding coklat ini ke dalam tenggorokan..

setelah itu, karent dan myscha pamit pulang. kami berbasa-basi menahan mereka disini, padahal tidak sabar untuk lebih ganaz menghajar puding-puding yang masih tersisa 3/4nya. kami ucapkan terima kasih banyak kepada mereka, dan menunjukkan jalan pulang semula. kami telah melihat bagaimana kasih sayang seorang sahabat (brotherhood) kepada yang lainnya. dalam hati kami, kami tahu, suatu hari nanti kami akan membalasnya dengan lebih baik…

180907

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: